Haveleste, Velius — Seminggu setelah dua kasus pembunuhan terjadi di Haveleste, Kepolisian Velius masih belum berhasil menemukan pelaku. Namun, Detektif Cass (38) menyatakan melalui wawancara pada Kamis (5/11/2026) bahwa pihak kepolisian telah menemukan pola dalam kedua kasus tersebut serta beberapa barang bukti baru yang dapat membantu proses penyelidikan.
Polisi menemukan adanya hubungan profesional antara kedua korban. M (38) dan D (40) diketahui pernah bekerja dalam tim yang menangani proyek Haveleste beberapa tahun sebelumnya. Temuan tersebut membuat pihak kepolisian mulai mendalami kembali riwayat pekerjaan dan hubungan profesional keduanya sebelum kasus pembunuhan terjadi.
Polisi juga menemukan bahwa beberapa bukti dari dua lokasi kejadian memiliki keterkaitan. Kain yang ditemukan pada kedua korban diketahui berasal dari jenis dan material yang sama. Selain itu, jejak kaki yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian pertama diduga memiliki ukuran dan pola yang serupa dengan bukti yang ditemukan selama penyelidikan kasus kedua.
"Kami mulai menemukan beberapa pola yang menghubungkan kedua kasus ini. Kemungkinan besar, kedua pembunuhan dilakukan oleh orang yang sama," ujar Detektif Cass.
Pihak kepolisian juga kembali meninjau rekaman CCTV dari lokasi pembunuhan pertama. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat berlari seorang diri menuju area lift sebelum akhirnya keluar dari jangkauan kamera. Beberapa saat kemudian, tubuh korban terlihat telah tergeletak di dekat area tersebut tanpa adanya sosok lain yang terlihat memasuki lorong.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, polisi memperkirakan korban meninggal sekitar pukul 01.00 pada malam kejadian. Namun, waktu pasti kematian masih belum dapat ditentukan karena tidak ada rekaman yang memperlihatkan kejadian secara langsung.
Kejanggalan tersebut hingga kini masih belum dapat dijelaskan oleh pihak kepolisian. Namun, penyelidikan terhadap kasus kedua justru memberikan perkembangan baru setelah polisi berhasil mengamankan rekaman CCTV dari malam sebelum jasad korban ditemukan.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang laki-laki membawa sebuah trash bag menuju area kolam renang. Sosok tersebut mengenakan pakaian serba gelap, beanie, serta jaket. Wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena kondisi pencahayaan yang minim. Meski begitu, pihak kepolisian berhasil memperoleh beberapa gambaran fisik dari rekaman tersebut.
Perkembangan lain juga ditemukan di sekitar area kolam renang. Polisi berhasil mengamankan sebuah senjata yang diduga berkaitan dengan pembunuhan D. Benda tersebut ditemukan terkubur tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban dan kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keterkaitannya dengan kasus tersebut.
"Kami belum bisa memastikan identitas orang yang ada di dalam rekaman maupun apakah senjata yang ditemukan berkaitan langsung dengan kasus ini. Tapi berdasarkan bukti yang kami miliki, kami sudah mulai memiliki gambaran mengenai orang yang sedang kami cari," lanjut Detektif Cass.
“Namun, pihak kepolisian sudah memiliki gambaran besar orang yang dicurigai sebagai pelaku,” sambungnya.
Selain rekaman CCTV, pihak kepolisian juga tengah mencocokkan ukuran dan pola jejak kaki yang ditemukan di lokasi kejadian dengan jenis sepatu yang diduga digunakan oleh pelaku. Dari rekaman CCTV dan beberapa bukti yang ditemukan, polisi mulai memiliki gambaran mengenai ciri fisik pelaku, yaitu seorang laki-laki berkumis yang terlihat mengenakan jaket berbahan kulit, tingginya diperkirakan sekitar 180cm ke atas.
Temuan tersebut membuat penyelidikan mulai mengarah kepada kemungkinan bahwa pelaku merupakan seseorang yang mengenal lingkungan Haveleste dengan baik. Pihak kepolisian kini sedang memeriksa kembali sejumlah penghuni dan pekerja yang memiliki akses terhadap berbagai area apartemen.
Detektif Cass meminta seluruh penghuni Haveleste untuk tetap tenang dan tidak membuat kesimpulan sendiri selama proses penyelidikan berlangsung.
"Jika kalian melihat atau mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan kedua kejadian ini, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Informasi sekecil apa pun bisa membantu kami," tutupnya saat diwawancarai pada Kamis (5/11/2026).
RUNDOWN COMMON GROUND
Whodunnit?: 14.00 - 19.00 WIB Reputable Novamor: 19.00 - 19.30 WIB The Confession: 19.30 - 21.30 WIB